Berita
Cegah Krisis Mental, SMAN 3 Purwokerto dan Prodi BKI UIN SAIZU Gelar Pelatihan PFA

Cegah Krisis Mental, SMAN 3 Purwokerto dan Prodi BKI UIN SAIZU Gelar Pelatihan PFA

PURWOKERTO – Mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dari Prodi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto berkolaborasi dengan SMAN 3 Purwokerto untuk menyelenggarakan Pelatihan Psychological First Aid (PFA). Acara ini bertujuan membekali remaja dalam menghadapi isu kesehatan mental yang semakin marak.

Pelatihan yang diadakan pada Selasa (19/8) ini diikuti oleh 40 anggota PIK-R Ceria SMAN 3 Purwokerto. Mereka dilatih langsung oleh psikolog Eka Widiasari, M.Psi., Psikolog., untuk mengenali tanda awal masalah mental dan memberikan pertolongan pertama secara efektif.

Kepala SMAN 3 Purwokerto, Joko Budi Santosa, S.Pd., M.Pd., menyampaikan pentingnya peran tutor sebaya. “Anak-anak dilatih menjadi pendengar yang empati dan mampu menjaga kerahasiaan. Harapannya, peristiwa menyedihkan akibat masalah mental yang dipendam tidak lagi terjadi,” ujarnya.

Dalam materinya, Eka Widiasari menjelaskan bahwa PFA bukanlah sekadar memberi nasihat. “Layaknya P3K untuk luka fisik, Psychological First Aid adalah pertolongan pertama pada luka batin. Caranya dengan hadir penuh empati, mendengarkan tanpa menghakimi, dan membantu seseorang menemukan kembali kekuatannya,” jelasnya.

Salah satu peserta, Zharifa, mengaku merasa lebih siap setelah mengikuti pelatihan ini. “Kami jadi tahu bagaimana cara mendukung teman yang sedang kesulitan, sesuai arahan psychology first aid yang diberikan narasumber,” tuturnya.

Ketua Panitia, Rahmah Syahidah, berharap pelatihan ini dapat menumbuhkan budaya peduli kesehatan mental di lingkungan sekolah. “Dengan tagline stay strong, stay connected, kami ingin anggota PIK-R Ceria lebih empati, percaya diri, dan terampil sebagai konselor sebaya,” ucapnya.

Koordinator Prodi BKI UIN SAIZU, Lutfi Faishol, M.Pd., mengapresiasi kegiatan ini. Ia menegaskan pentingnya membekali remaja sejak dini agar mampu mengelola kesehatan mentalnya. “Dengan mental yang sehat, akan tumbuh rasa empati, kepedulian, dan pola pikir positif,” pungkasnya.