
“Seraya Asa”, Kabinet Baru DEMA Fakultas Dakwah Perkuat Solidaritas dan Kemandirian Organisasi Lewat Upgrading Pengurus
PURWOKERTO – Dewan Mahasiswa (DEMA) Fakultas Dakwah secara resmi memperkenalkan identitas baru mereka sebagai Kabinet Seraya Asa dalam Upgrading Pengurus DEMA pada Rabu (25/02/2026) bertempat di Sambel Blethok. Kegiatan ini menjadi momentum krusial bagi seluruh pengurus untuk menyelaraskan visi serta mematangkan program kerja selama satu periode ke depan.

Membangun kedekatan dan kemandirian Ketua DEMA, Nur Fahad Musyafa menjelaskan bahwa fokus utama dari upgrading kali ini adalah aspek kedewasaan organisasi dan hubungan emosional antar anggota. Acara ini dihadirkan untuk membangun rasa kekeluargaan dan kedekatan emosional agar seluruh anggota dapat bersinergi dengan baik. Terdapat penekanan pada pendewasaan pengurus agar setiap divisi mampu bergerak secara mandiri dan profesional tanpa harus selalu bergantung penuh pada Badan Pengurus Harian (BPH).
“Acara ini ada untuk membangun rasa kekeluargaan dan hubungan emosional supaya seluruh pengurus bisa menjalin kerjasama yang baik dalam menjalankan tugasnya.” Ujarnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Dr. Muskinul Fuad, M.Ag. selaku Dekan Fakultas Dakwah berharap DEMA semakin tumbuh dan mampu berkolaborasi intensif dengan dekanat, terutama di akhir masa jabatan beliau sebagai dekan. Pembina DEMA, Nurul Khotimah, M.Sos. juga menekankan pentingnya komitmen nyata dan tanggung jawab profesional dari setiap anggota agar tidak ada lagi ketidaksungguhan dalam menjalankan tugas.
Sebagai langkah awal setelah peluncuran, enam kepala dinas langsung memaparkan draf program kerja melalui presentasi PPT untuk mendapatkan masukan. Kehadiran Muhammad Zidan Arif, Ketua Demisioner 2025 dan Adam Artur Ardiansyah, Ketua Demisioner 2024 memberikan warna tersendiri. Keduanya memberikan evaluasi kritis dan saran berdasarkan pengalaman mereka kepada setiap kepala dinas setelah sesi pemaparan.
Sebagai langkah ekspansi, DEMA Seraya Asa juga tengah menjalin komunikasi intensif dengan empat kampus besar di Purbalingga, termasuk Fakultas Teknik Unsoed , Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Purbalingga, Politeknik Madyatika dan Unperba, untuk membentuk Aliansi BEM Purbalingga sebagai wadah komunikasi dan pergerakan bersama di tingkat daerah.