Ramadhan sebagai Antitesis Patalogi Sosial

*Oleh: Ageng Widodo, M.A Ramadhan tidak hanya dipahami sebagai ritual menahan lapar dan dahaga, melainkan sebagai momentum spiritual yang berfungsi untuk transformasi diri sekaligus perbaikan sosial. Dalam konteks meningkatnya patologi sosial seperti perilaku ketidakpedulian terhadap sesama, ketimpangan ekonomi, hedonisme serta polarisasi. Ramadhan hadir sebagai antitesis dengan menawarkan nilai-nilai alternatif. Ia menjadi instrumen yang berperan dalam mereduksi gejala sosial negatif serta […]

Ramadhan dan Makna yang Dibajak

Oleh Dr. Ahmad Muttaqin, M.Si   Momentum Ramadhan selalu istimewa, bukan hanya bagi komunitas muslim tetapi masyarakat secara umum. Hal ini karena Ramadhan telah mengalami transformasi dari makna ibadah spesifik yang transendental menuju bentuk-bentuk yang lebih profan. Muncul simbol-simbol baru untuk bulan yang “suci” dan “berkah” sebagai indikator yang dikampanyekan massif melalui berbagai media dengan kalimat-kalimat propaganda yang cukup agitatif. […]

“Watching as Working..”

Oleh Oki Edi Purwoko Dalam dunia digital, terkadang audiens tak lebih hanya pekerja sukarela yang secara giat mengunggah berbagai data dan konten di internet. Kita adalah pendonor “like”, pembagi data personal tanpa canggung dan pengunggah konten tanpa dibayar.  Dalam digital slavery, seiring aktivitas kita mencari produk dan layanan yang tersedia secara online, maka kita semua, termasuk Mark Zuckerberg sekalipun adalah […]